Urus Demokrasi dengan DemoCrazy
Setelah lama ndak update blog, saatnya sedikit misuh-i orang lain
‘DPT itu manual. dibawa langsung dari kabupaten/ kota. Mereka bawa softcopy-nya, langsung tanda tangan’ Abdul Aziz [anggota KPU]
Pesta kebebasan menentukan pilihan tinggak 2 mingguan lagi. Semua gerombolan termasuk poliTIKUS-nya sedang koar-koar. Dari menjelma menjadi setan penunggu pohon, tiang listrik, tembok tua sampe WC umum. Sampe ada lowongan bagi yg punya pohon pribadi, rumah tinggi yg berkenan dijadikan lahan bisnis musiman baru
. Para colon dewn begal terhormat sangat menggambarkan kebhinekaan dan demokrasi sekali. Mulai dari pengamen sampe Guru Besar. So..orang seperti saya diberikan banyak pilihan, ingin milih wakil seperti apa. Wakil dari golongan yg bijimana..dan kemampuan merampok kiranya seperti apa. poko-e hebat lah..akeh pilihan sampe ora iso bedakan antara yg ndak bagus saka buruk banget.
Lebih hebat lagi adalah KPU yg mengurus segala sesuatu mengenai pesta negri ini. Didanai sekitar Rp 50 trilyun dan salah satunya adalah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara nasional yg jumlahnya sekitar 174,41 juta pemilih.
KPU memang orang-orang pilihan, hebat sekali beliau-beliau ini. Untuk merekap, data & verifikasi menggunakan microsoft exel secara manual. Hebat sekali kan..Sangat jarang individu-person yang mampu dan sanggu melakukan tugas pendataan sbesar 174-an juta. Bukan orang yang hebat kalo hanya dengan menggunakan program ’sehebat’ excel untuk merekap pemilih seIndonesia raya ini.
Menurut brita dari Media Indonesia Hari ini, DPT acak aduk dikarenakan KPU menolak penggunaan SI Sistarlih (Sistem Pendaftaran Pemilih). Salah satu alasannya krn softcopy format excel & ada beda data.. Alasan yg sangat gebleg grut mas so grut. Apa ndak bisa buat aplikasi/ interface langsung me-load data-2 tersebut ke dalam dB-nya.Apa fungsi bidang tenologi informasi jika hal semacam ini aja ndak bisa di selesaikan. Apalagi masalah lain yg lebih ruwet & secure ?!
Sungguh sangat pantas orang seperti saya punya 3 KTP-pun ndak terdaptar dimana DPT. Jika pendataan hanya seperti itu mekanismenya sangan dan sangatlah mudah untuk dimanipulasi. Excel tidak akan sanggup verifikasi ratusan juta data, setahu saya excel cuma bisa 64K baris. mmm.. ato mungki memang dibuat begini biar mudah buat ngatur mana yg harus ditambahkan dan mana yg harus dilipatgandakan.
Pemilu adalah pekerjaan rutinitas, kan bisa jauh-jauh hari dipersiapankan segala infrastruktur pendukung. Jikakalau jaman sekarang..pendataan kan ndak harus manual pake file spreedSHIT dan dikirim satu-2 dari tiap kabupaten/ Kota.
Ndak bisa berucap lagi… apa. Semoga pekerjaannya dapat selesai dengan baik
Komentar
Leave a Reply





